Wisata Pantai Tongaci, Sungailiat, Bangka Belitung

 

Setiap orang, pasti menginginkan saat liburan berada di tempat yang diinginkan, baik sendirian maupun bersama teman atau keluarga. Banyak orang yang lebih memilih tempat wisata yang alami dengan alasan jenuh akan rutinitas atau kesibukan perkotaan. Tak heran bila ternyata tempat-tempat yang bernuansa alami menjadi incaran para wisatawan. Tapi, di mana tempat yang menakjubkan atau yang tidak biasa untuk dikunjungi? Yang pastinya tidak perlu jauh-jauh keluar negeri. Nah, berikut ini akan dipaparkan salah satu tempat wisata yang nantinya bisa kamu jadikan bahan referensi saat liburan tiba yang terletak di Bangka Belitung.

Berbicara tentang wisata pulau Bangka Belitung tentunya dunia tidak asing lagi dan selalu merasa kagum dengan keindahan wisata di pulau ini, yang menurut banyak orang merupakan kembaran dari pulau dewata bali. Bangka Belitung merupakan satu kesatuan pulau, namun yang lebih dikenal dunia hanyalah pulau Belitungnya saja, hal ini tentu menarik untuk dibahas karena sebenarnya pulau Bangka juga memiliki destinasi wisata yang luar biasa. Artikel ini akan membahas tentang destinasi wisata pulau Bangka, khususnya di daerah Sungai Liat kabupaten Bangka.

Pantai Tongaci awalnya dikenal dengan daerah penangkaran penyu, namun seiring berjalannya waktu pantai ini berubah menjadi destinasi wisata pilihan utama untuk liburan. Hal ini terbukti karena selain menyuguhkan keindahan panorama pantai, pengunjung juga dapat melihat secara langsung lucunya tukik jenis Penyu Hijau dan Penyu Sisik di penangkaran penyu, dan yang menjadi daya tarik lain dari pantai ini adalah pengunjung disuguhkan “Delocomotief Art Stage” dimana pengunjung dapat melihat berbagai kesenian dan menjadi spot keren untuk foto-foto dan berselfie ria. Delocomotief Art Stage ini merupakan sendiri baru diresmikan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka yang ditandai dengan diadakannya event Bangka Cultural Wave pada tanggal 8 – 12 September 2016 di Pantai Tongaci Sungailiat. Nah, untuk penangkaran penyu di pantai Tongaci ini dikelola secara pribadi oleh pengusaha Sian Sugito. Kawasan ini sendiri dirintis sejak tanggal 28 Mei tahun 2009 dan dibuka untuk umum sejak Januari 2015 silam. ‎Tujuan didirikannya tempat konservasi penyu ini selain untuk wisata bahari juga untuk melindungi penyu dari kepunahan serta sebagai sarana edukasi untuk masyarakat. yang berkembang biak di sini adalah penyu hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Kedua spesies ini termasuk dalam spesies yang paling terancam punah penyu di seluruh dunia (ada 7 spesies total masih hidup di planet ini). Sea kura-kura berkeliaran semua lautan di seluruh dunia (kecuali daerah kutub), dan biasanya kembali ke pantai yang mereka dilahirkan untuk bertelur ketika mereka mencapai usia 30 sampai 40 tahun. Setelah itu reproduksi terjadi setiap 3 atau 4 tahun di bulan setelah musim hujan.

Kita tidak membahas tentang sebab kenapa ada Penangkaran Penyu, YAH, mungkin kita semua sudah tahu jika spesies laut yang telah ada selama lebih dari 100 juta tahun, kini berada di bawah ancaman dan mungkin saja jika tidak dilestarikan akan mengalmi kepunahan. Enam dari tujuh spesies penyu di seluruh dunia sekarang diklasifikasikan sebagai satwa terancam punah. Aktivitas yang dilakukan manusia kian mendorong penyu semakin dekat dengan kepunahan. apasih penyebab penyu terancam atau hampir punah.?, oke saya akan paparkan beberapa faktor penyebab penyu terancam atau hampir punah :

  • Perdagangan karapas

Selama berabad-abad, penyu telah diburu demi mendapatkan karapasnya untuk dibuat sebagai hiasan dan barang-barang lainnya. Keunikan pada karapas penyu sisik membuat spesies ini digemari dan paling banyak diburu untuk mendapatkan karapasnya. Meski perdagangan karapas penyu merupakan perbuatan melanggar hukum, namun masih banyak orang melakukannya. Alhasil, penyu sisik pun terancam punah.

  • Perubahan Iklim

Perubahan iklim berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup penyu, termasuk jenis kelamin keturunan. Perubahan iklim membuat suhu lingkungan menjadi lebih hangat, sehingga menghasilkan lebih banyak penyu betina. Hal ini mengganggu rasio jenis kelamin normal dan mengurangi kesempatan reproduksi serta menurunkan keragaman genetik. Selain itu, es kutub yang mencair dan naiknya tingkat permukaan laut mengikis habitat pesisir penyu, membuat ukuran pantai tempat mereka bersarang semakin menyusut.

  • Perburuan
    Perdagangan yang semangkin marak terjadi pada semua spesies penyu dan seluruh bagian tubuhnya dilarang berdasarkan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar Terancam Punah. Walaupun demikian, perburuan penyu terus terjadi. Selain diambil karapasnya, daging dan telur penyu juga diambil untuk konsumsi manusia, serta masih menjadi sumber pendapatan di banyak negara. Penyu juga kerap diburu untuk pengobatan tradisional.
  • Hilangnya habitat

Penghancuran pantai tempat penyu bersarang akibat pariwisata memberi dampak merugikan bagi penyu. Gangguan terhadap penyu betina yang hendak bertelur dapat menyebabkan penyu benar-benar berhenti bertelur dan kembali ke laut. Selain itu, terumbu karang dan padang lamun yang menyediakan makanan sekaligus habitat penyu, juga banyak yang rusak akibat perkembangan wisata, teknik memancing tertentu, perubahan iklim, pengeboman liar, dan lainya.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah kepunahan penyu?

  1.  Menjaga pantai tetap bersih dan tak membuang sampah sembarangan adalah kuncinya. Tanpa kita sadari, sampah yang kita buang sembarangan di daratan, bisa saja membahayakan hewan-hewan laut, termasuk penyu.
  2. Mematikan pencahayaan buatan di pantai dapat membantu mencegah penyu yang hendak bertelur mengalami disorientasi, sebab secara alami, penyu yang akan bertelur dipandu oleh cahaya bulan.
  3.  Jadilah wisatawan yang bijak dan ramah terhadap satwa laut. Saat berwisata bahari, banyak wisatawan yang masih kurang menyadari dampak perilaku interaksi jarak dekat dengan satwa laut. Pengamatan dan interaksi yang dilakukan tanpa memperhatikan sensitivitas satwa laut terhadap gangguan bisa menyebabkan perubahan perilaku, cedera bahkan kematian pada mereka.
  4.  Apa pun alasannya, jangan pernah membeli karapas, daging, telur, dan semua bagian-bagian tubuh penyu maupun satwa laut dilindungi lain. Perburuan dan perdagangan satwa liar terus saja berlanjut karena memang masih ada permintaan pasar. Jika kita semua berhenti membeli produk-produk yang berasal dari satwa dilindungi, perburuan dan perdagangan satwa dilindungi dengan sendirinya akan berhenti.
  5. Menjadi wisatawan cerdas dan bertanggung jawab. Pahami dengan baik konsep ekowisata dan wisata berkelanjutan dan terapkan.

Setidaknya kita bisa ikut dalam mengembangkan pariwisata kita, khususnya dalam pemeliharaan lingkungan. Dimana kita ketahui bahwa tempat wisata kita juga perlu untuk diperharikan supaya tetap menjadi pertimbangan banyak orang untuk tetap berkunjung. Walaupun memang bukan hal yang mudah untuk mengarahkan banyak orang yang berkunjung untuk berwisata dengan baik dan baas yang sewajarnya tanpa merusak atau mengganggu keindahan alam wisata itu sendiri. Namun setidaknya kita bisa memberikan contoh kepada mereka melalui bagaimana cara kita bersikap dalam menjaga kelestarian wisat.

 

SUMBER REFERENSI :

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA

Keindahan Pantai Tongaci. (Bangka Pos/Iwan Satriawan)

http://www.tribunnews.com/travel/2016/03/15/pantai-tongaci-objek-wisata-keluarga-di-bangka-sekaligus-rumah-bagi-ratusan-bayi-penyu

You must be logged in to post a comment Login