Tumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air di kalangan Generasi Muda, KEMHAN Gelar Lomba PCTA

Tumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air di kalangan Generasi Muda, KEMHAN Gelar Lomba PCTA
Potret para pemenang utama dari Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tingkat Provinsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan di Hotel Aksi 1, Desa Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

LPM UBB, Bangka – Guna mewujudkan rasa kecintaan generasi muda terhadap tanah air, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Wilayah Pertahanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tingkat Provinsi di Hotel Aksi 1, Desa Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terhitung sejak Jum’at siang (26/07/19) hingga Minggu siang (28/07/19).

 

Kegiatan yang ditujukan bagi SLTA/Sederajat dan PT se-Indonesia ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi dengan usungan tema yang berbeda-beda. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tema yang diusung tahun ini adalah “Mewujudkan Semangat Generasi Muda yang Cinta Tanah Air dan Bela Negara sebagai Dasar Penggerak Industri Kreatif”.

 

Sehubungan dengan tema tersebut, Bapak Marhoto selaku perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Bapak Akbar selaku perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dihadirkan sebagai dewan juri.

 

Rangkaian kegiatan selama lomba diawali dengan tahap seleksi bakal peserta yang menghasilkan 27 tim terpilih dari SLTA/Sederajat dan 11 tim terpilih dari PT, dengan masing-masing tim beranggotakan 2 orang. Setelahnya, tim-tim yang terpilih mengikuti pembukaan acara di aula Hotel Aksi 1 yang disambut oleh Bapak Kolonel Inf Drajat Hadi Panggayuh. Menariknya, menjelang pembukaan, Bapak Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan, S. E., M. M. selaku Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut memeriahkan acara dengan memberikan dukungan moril kepada para peserta melalui panggilan video via whatsapp dengan salah satu panitia.

 

Malam harinya, para peserta diarahkan untuk mengikuti pertemuan teknis terkait mekanisme perlombaan yang akan dilaksanakan esoknya. Saat perlombaan, para peserta memaparkan penjelasan mengenai produknya dengan membawa serta produk jadi, produk setengah jadi, atau peralatan dan perlengkapan yang dapat memperkuat penjelasan.

 

Stan-stan berisi berbagai macam karya generasi muda se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghiasi bagian dalam dan bagian luar aula Hotel Aksi 1 pada hari terakhir pelaksanaan lomba. Pada hari terakhir ini pula, diperoleh 8 tim pemenang, yakni 4 tim dari SLTA/Sederajat dan 4 tim dari PT. Adapun 4 tim pemenang bagi SLTA/Sederajat disabet oleh SMK Negeri 2 Koba, SMA Negeri 3 Pangkalpinang, SMA Negeri 3 Pangkalpinang, dan SMK Negeri 2 Koba. Sedangkan, 4 tim pemenang dari PT disabet habis-habisan oleh Universitas Bangka Belitung.

 

Masing-masing pemenang utama dari SLTA/Sederajat dan PT ini akan diberangkatkan ke Provinsi Bali mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama 33 delegasi lainnya untuk melaksanakan Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tingkat Nasional yang diperkirakan pada 9-15 September 2019 mendatang.

 

Tiada usaha yang mengkhianati hasil, Erin Yusita Putri sebagai salah satu mahasiswa aktif Universitas Bangka Belitung, bersama rekannya yang bernama Wawan Irawan, berhasil menjadi pemenang utama Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tingkat Provinsi bagi PT. Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah menyibukkan keduanya sama sekali tidak menjadi penghalang untuk menang.

 

Mengaku sempat terkendala oleh terbatasnya eksistensi buah mangrove yang digunakan sebagai bahan baku produknya pada akhir juni lalu, Erin dan Wawan tak berputus asa. Mereka lantas mendatangi beberapa tempat untuk mengumpulkan buah tersebut. Dibantu Ibu-ibu PKK Kelurahan Mantung dan Air Jukung pada Rabu, 24 Juli 2019, mereka sukses menciptakan olahan buah mangrove berupa kripik dan dodol.

 

“Kami harus meminta izin terlebih dahulu kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan pihak jurusan, seumpamanya tidak diberikan izin maka kami tidak ikut berpartisi. Sebelum berangkat, saya masih menyempatkan diri untuk melakukan aktivitas di lokasi KKN. Lalu, jam 2 siang di terminal, saat hendak berangkat, bus yang akan ditumpangi tidak ada. Jadi, saya harus menunggu hingga jam 5. Perjalanannya memakan waktu 2 jam,” jelas Erin, saat ditanyai perjuangannya mendatangi lokasi perlombaan dari lokasi KKN.

 

Berbeda dengan Erin, Wawan menuturkan, “Dari Pulau Panjang, saya menumpangi perahu warga menuju Pelabuhan Sadai. Setelah itu, saya naik angkot menuju Toboali. Tentunya, ditemani teman-teman saya yang juga mengikuti Lomba PCTA, yakni Muhammad Maulidan dan Yoga Aditama. Dari Toboali, saya berhenti di Koba, tepatnya Arungdalam, guna menjenguk ibu saya yang sedang mengidap penyakit diabetes. Kemudian, saya pamit kepada orangtua dan memohon restunya. Barulah saya ke Pangkalpinang, bermalaman di kos teman saya. Paginya, saya ke Hotel Aksi 1 dan mempersiapkan alat-alat presentasi.”

 

Melalui kegiatan ini, Abdul Rahman, S. E. selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Parade Cinta Tanah Air (DPD PCTA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berharap, “Dengan adanya acara ini, semoga pemuda-pemudi bisa lebih memiliki jiwa semangat bela negara yang tinggi, dan mampu menjadi entrepreneur yang tangguh. Kemudian, kepada seluruh peserta PCTA 2019 Babel, semoga bisa lebih semangat lagi dalam belajar dan berkarya, karena perlombaan bukanlah akhir dari sebuah karya. Namun, perlombaan adalah awal dari sebuah karya yang menjadikan kita lebih baik lagi kedepannya.”

 

(Annisa Pradnya Paramitha / Red LPM-UBB)

You must be logged in to post a comment Login