JEMBATAN SUMSEL-BABEL SIAPA YANG DIUNTUNGKAN?

JEMBATAN SUMSEL-BABEL SIAPA YANG DIUNTUNGKAN?

 

LPM UBB, Pangkalpinang – Ratusan warga dari berbagai kalangan nampak antusias berkumpul di Taman Sari Pangkalpinang, guna mengikuti diskusi terkait pembangunan jembatan Sumsel-Babel yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), pada Kamis (22/08/19).

Tema besar yang diangkat dari diskusi tersebut adalah “Jembatan Sumsel-Babel. Siapa yang diuntungkan?”.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai bidang, yakni Safiat (dosen Kampus Pertiba), Aris (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Martini (BAPEDA), dan Fauzan Azima (pegiat politik).

Pro-kontra terkait pembangunan jembatan Sumsel-Babel menjadi hal menarik untuk didiskusikan terbuka dimasyarakat. Pertanyaan besar dari wacana tersebut adalah “Siapa yang diuntungkan?” Untung rugi pembangunan jembatan tersebut harus dijabarkan secara terbuka dimasyarakat Bangka Belitung jangan sampai warga kita tidak tahu.

Dosen Kampus Pertiba, Safiat mempertanyakan secara yuridis, apakah jembatan yang akan menggunakan dana APBN ditengah kondisi ekonomi Indonesia saat ini menjadi prioritas Bangka Belitung?

Selama diskusi berlangsung, pro Kontra dan pemaparan untung rugi dari berbagai pihak dipaparkan secara terbuka. Mulai dari keuntungan ekonomi yang akan didapatkan sampai tingkat kriminalitas yang akan bertambah.

Secara ekonomi, keuntungan yang ingin didapatkan dari pembuatan jembatan ini adalah nantinya diharapkan orang-orang dari Sumatera akan datang ke Bangka Belitung untuk berbelanja sehingga akan meningkatkan perputaran uang di Bangka Belitung. Salah satu sektor yang menjadi daya tarik tersebut adalah pariwisata.

Pernyataan diatas ditepis oleh Fauzan, bahwasanya orang sumatera berbelanja di Bangka Belitung adalah tidak mungkin. Mengingat kota Palembang adalah kota besar maka yang akan terjadi malah sebaliknya. Justru orang Bangka Belitung yang akan berbelanja di Sumatera.

Salah satu peserta diskusi mengkritik tajam sektor pariwisata yang akan ditawarkan dengan adanya jembatan adalah kurang tepat sasaran.

“Jembatan untuk meningkatkan wisata Bangka Belitung, saya rasa tidak. pengelolaan pantai-pantai di Bangka Belitung tidak baik, hanya dikelola oleh orang-orang daerah tersebut (desa). Alangkah lebih baiknya untuk peningkatan wisata dibangun dengan sungguh-sungguh terlebih dahulu. Lebih baik uang untuk membangun jembatan Bangka Belitung digunakan untuk membangun pantai-pantai yang ada di Bangka sehingga orang tidak hanya mengenal Pulau Belitung,” tuturnya.

(Red LPM UBB)

You must be logged in to post a comment Login