Hijrah Terciptanya Islam Kaffah Oleh: Ihtisyamul Fatimah (Mahasiswa Universitas Bangka Belitung)

 

Kata hijrah identik dengan momen hijrah Rasulullah saw yang dimana berpindah tempat dari Makkah menuju madinah. Momen ini bukan hanya sekedar berpindah tempat, tetapi di sinilah titik di mana Islam berkembang dan meluas ke seluruh dunia. Sehingga peristiwa ini menjadi awal kebangkitan Islam. Awal kebangkitan berarti letak titik dasar berpijak dan bergerak.

Nah, bagaimana hijrah yang seharusnya? sehingga berdampak pada kebangkitan Islam seperti halnya Rasullullah saw? Yang dimana Rasulullah Saw menjadi teladan dalam membangun peradaban Islam sehingga kita bisa kembali menempati posisi yang dicintai Allah SWT. Karenanya Islam dan kaum muslimin dimuliakan.

Pada era generasi Milenial mungkin ada yang memaknai hijrah sebagai perubahan sikap, gaya hidup dan cara berpakaian sesuai syari’at Islam. Hijrah juga dimaknai sebagai bentuk peralihan dari kemaksiatan menuju ketaatan atau berubah lebih baik. Hal tersebut benar, namun perlu juga dipahami bahwa hijrah itu wajib karena perintah berhijrah juga terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur’an: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah maha pengampun, maha penyayang.” (TQS. Al-Baqarah: 218).

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (TQS. At-Taubah: 20)

Adapun makna hijrah secara syar’i ialah keluar dari Darul kufur menuju Darul Islam. Darul kufur yang artinya Negara di dalamnya menerapkan hukum-hukum kufur dan keamana Negara tersebut berada di bawah keamanan bukan Islam. Sebaliknya Darul Islam dimana Negara yang di dalamnya menerapkan syariah (hukum-hukum) Islam dan keamanan Negara tersebut berada di bawah keamanan islam.

Sehingga, dari sini lah hijrah merupakan tonggak kebangkitan islam. Hijrah mengandung semangat perjuangan tanpa putus asa dan rasa optimisme yang tinggi.

Dalam konteks masa kini, peristiwa hijrah dimaknai sebagai penanaman nilai dan semangat tinggi untuk diri sendiri. Padahal makna hijrah itu luas sebagimana kita sama-sama harus meneladani hijrah Rasulullah Saw, dari caranya memimpin, berdakwah sampai cara membangun sebuah kebangkitan Islam. Dimana dengan kondisi masyarakat saat ini tentunya peradaban Indonesia harus hijrah menuju pada kebangkitan Islam.

Kenapa harus Islam? karena Islam sudah tentu tidak diragukan lagi terbukti dalam sejarah kejayaannya yang dimana islam pernah menguasai 2/3 belahan dunia.

Kita lihat kondisi masyarakat saat ini yang tidak jauh berbeda dengan kondisi masyarakat zaman jahiliyah dulu. Dalam Islam, zaman Jahiliyah dianggap sebagai suatu kemunduran dalam kehidupan beragama. Yang dimana masyarakat jahiliyah mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang membuktikan bahwa kebiasaan itu terjadi di jaman sekarang ini. Zaman yang penuh kenistaan, tidak mempunyai akhlak, pedoman hidup bahkan keimanan. Banyak juga pemberitaan tentang tindakan kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, korupsi dimana-mana sampai perbudakan pun ada di jaman sekarang ini, yang memang jauh sekali dari aqidah Islam.

Adapun dari sisi ekonomi yang dimana riba merajalela menjadi makanan sehari-hari. Tentunya merugikan masyarakat dan mensejahterakan penguasa. Bahkan biba menjadi tonggak untuk mengeruk keuntungan dari masyarakat pada sistem saat ini. Apalagi kebanyakan negara saat ini gemar dalam berhutang ribawi, mereka berhutang tetapi menyusahkan rakyat, rakyat yang sengsara dan menanggungnya, yang katanya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

Adapula dari sisi politik atau permainan dalam perpolitikan. Dalam sistem kapitalis-sekuler sekarang yang dimana memisahkan agama dalam kehidupan. Semua pengatur kehidupan berasal dari buatan manusia, yang jelas tidak sempurna dan banyak kecacatan didalamnya. Padahal ada siatem yang turun langsung dari Dzat yang menciptakan manusia itu sendiri yang sudah jelas sempurnanya sudah ada buktinya yakni dalam sejarah, yakni Islam.

Maka dari itu kita harus hijrah dari sistem jahiliyah menuju sistem Islam kaffah. Sehingga terciptanya sebuah kebangkitan islam serta perubahan hakiki. Karena Islam adalah solusi dalam permasalahan yang sedang umat alami saat ini. Islam menyelesaikannya dengan tuntas sampai ke akarnya.

Bagaimana cara mewujudkanny? Iya, dengan cara menerapkan syariah Islam secara kaffah tadi. Karena hanya Islam lah yang mampu mengakhiri kondisi buruknya sistem saat ini yang dimana sistem saat ini berada dibawah naungan kekuasaan kapitalisme menuju sistem islam yang jelas datang langsung atau dibuat oleh Sang Pencipta alam semesta.

Nah, apa sekarang masih ingin menerapkan sistem yang jelas cacatnya yang jelas kebatilannya? So ayo sekarang kita hijrah sama-sama kembalikan identitas kita, sama-sama berjuang dalam kebangkitan Islam, sama-sama berjuang dalam menerapkan sistem Islam secara kaffah!

Kita harus hijrah dari kegelapan menuju cahaya dari kebatilan munuju kebenaran.
“Hijrah memisahkan kebenaran dan kebatilan, maka itu (peristiwa) Hijrah menjadi patokan penanggalan.” (Fath Al-Bari, Ibn Hajar al-Asqalani).

(Fatimah/Red LPM UBB)

You must be logged in to post a comment Login