Mahasiswa Dibungkam? Saatnya Bangkit! Oleh: Siti Pathonah (Mahasiswa IAIN SAS Babel)

Mahasiswa Dibungkam? Saatnya Bangkit!  Oleh: Siti Pathonah (Mahasiswa IAIN SAS Babel)

Menristekdikti M.Nasir menyayangkan adanya dosen yang mengizinkan mahasiswanya berdemo. Nasir mengatakan nantinya akan ada sanksi kepada rektor perguruan tinggi (PT) jika terjadi pengerahan mahasiswa di kampusnya.

 

Nanti akan dilihat sanksinya ini, Gerakannya seperti apa. Kalau dia mengerahkan ya dengan sanksi. Sanksi keras yang dilakukan ada dua, bisa dalam hal ini peringatan, SP1, SP2,” kata Nasir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/9/2019). (https://m.detik.com/news/berita/4722708/menristek-akan-sanksi-rektor-jika-ada pengerahan-mahasiswa -untuk-demo)

 

Nasir tidak hanya mengancam rektor yang menggerakkan mahasiswa saja, berbagai tudingan pun terus dilontarkan meski mahasiswa sendiri berkali-kali mengatakan gerakan mereka independen/tidak ditunggangi pihak mana pun kecuali rakyat.

 

Lebih jauhnya dia bahkan melarang mahasiswa untuk melakukan demo. “Kembali ke kampus, belajar.” Hal serupa diungkapkan Jokowi, sepenuturan Nasir. Pernyataan bahwa rektor akan disanksi adalah pengembangan Nasir atas instruksi jokowi. Tuturnya mahasiswa akan di ajak diskusi dan akan diselesaikan dengan dialog.

(https://tirto.id/menristekdikti-ancam-sp2-rektor-yang-terlibat-demo-mahasiswa-eiNi)

 

Namun, Indonesian Democracy Initiative mengkritik Menristekdikti M.Nasir yang akan memberikan sanksi terhadap rektor yang mendukung pergerakan

mahasiswa “demo”. Mereka menilai pernyataan itu tidak layak dilontarkan di negara demokrasi.

 

Ibaratnya kuliah, Menristekdikti ini layak di drop kut. Secara sejarah kampus adalah laboratorium gerakan moral dan intelektual. Pemerintahan di sebuah negara demokrasi tidak layak punya pernyataan seperti itu.

 

Dengan adanya upaya-upaya tersebut nampak sekali rezim sepertinya panik sehingga terus menerus menggunakan kekuasaan utk membungkam suara perubahan dengan berbagai cara hingga melontarkan tudingan “ditunggangi” oleh berbagai pihak.

 

Mahasiswa wajib menyadari bahwa posisinya adalah sebagai motor perubahan, tak hanya bergerak sekedar gaya-gayaan tetapi juga harus ditekankan dengan perbuatan amar ma’ruf nahi munkar. Sebagaimana agar perjuangan tidak hanya instan tetapi perjuangan yang dilakukan berdasarkan kesadaran yang benar dan

berdasarkan landasan ideologi yang sahih.

 

… إِنَّ اللهََّ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِھِمْ …

 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka” (TQS. ar-Ra’d [13]: 11)

 

Oleh karena itu, mahasiswa harus lebih meningkatkan sikap politik yang cerdas yang memiliki tujuan perubahan mendasar/taghyir, yaitu perubahan sistemik, perubahan sistemik yang dilakukan mahasiswa adalah mengubah sistem demokrasi-kapitalisme menjadi sistem Islam.

 

Karena hanya Islamlah yang layak diemban dan diterapkan di muka bumi ini. Sebagaimana sejarah telah membuktikan bahwa ketika Islam diterapkan selama 14 abad lamanya, mulai dari masa Rasulullah sampai Kekhilafahan Utsmani, keadilan dan kesejahteraan pernah dirasakan, bahkan menjadikan dunia berada pada masa keemasan, baik dari masyarakatnya sampai ilmu pengetahuannya.

 

Perubahan sistemik itu tidak mungkin diraih dengan cara mengambil sistem sosialis-komunis yang sangat bertentangan dengan fitrah manusia dan telah terbukti gagal dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.

 

Jalan Islam telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah, sebaik-baik manusia dan teladan. Rasulullah telah berhasil membawa bangsa jahiliyah ke puncak peradaban melalui perubahan hakiki dan mendasar yaitu dengan cara menerapkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

 

Wahai mahasiswa, oleh karena itu pimpinlah masyarakat untuk menuju perubahan yang hakiki dan mendasar, yaitu dengan perubahan yang berdasarkan sistem dan ideologi Islam untuk terciptanya kehidupan yang memberikan keadilan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh umat manusia dari langit dan bumi.

Allaahu Akbar! []

 

(Siti/Red LPM UBB)

You must be logged in to post a comment Login