Sakaratul Maut Demokrasi Mahasiswa oleh Elit Birokrat Kampus

Sakaratul Maut Demokrasi Mahasiswa oleh Elit Birokrat Kampus

Oleh: Ariq Risqullah (Anggota Komisi 1 DPM KM UBB)

Bagi Mahasiswa ketika berbicara demokrasi dalam lingkup perguruan tinggi atau kampus, maka kita berbicara tentang student government (Pemerintahan Mahasiswa). Sistem demokrasi berupa pemerintahan Mahasiswa menjadi suatu hal yang harus dipenuhi dalam suatu perguruan tinggi.

Demokrasi yang dikatakan John Locke adalah sebuah bentuk Negara yang apabila kekuasaaan perundang-undangan diserahkan kepada Masyarakat. Namun hal itu dikatakan tidak ada artinya ketika dikeluarkannya PERATURAN REKTOR NO 2 TAHUN 2019 TENTANG KEMAHASISWAAN yang sangat mencekik hakā€“hak kebebasan Mahasiswa dalam berdemokrasi.

Mendekati momentum penyelenggaraan Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) yang sedang disusun oleh-oleh KPU Mahasiswa yang akan membuat suatu peraturan terkait proses berpolitik dalam KM UBB telah dibungkam oleh Peraturan Rektor tersebut. Kesadaran mahasiswa dalam berpolitik di kampus yang merupakan proses pembelajaran bagi penerus bangsa ke depan seakan sirna.

Sebagian besar para pemimpin saat ini tidak lepas dari dunia kampus. Maka kampus sebagai tempat cikal bakal pemimpin bangsa seakan dikebiri oleh birokrat kampus melalui peraturan dari tahun ke tahun. Sungguh menyedihkan bila kampus perabadan seperti penjara bagi Mahasiswa di dalamnya, sehingga melunturkan idepedensi Mahasiswa.

Berdemokrasi di kampus peradaban seakan hanya sebagai formalitas nantinya karena peraturan Mahasiswal yang ada berupa KONSTITUSI KM UBB tahun 2006 diindahkan dalam penyusunan Peraturan Rektor. Berkenaan dengan itu proses Pemilwa yang seharusnya sebagai pencerdasan atau pendidikan politik pun seperti tidak ada, melalui Peraturan Rektor yang memasung prinsip demokrasi karena kehilangan ruang mahasiswa tuk berkreasi di kampus peradapan.

Pemilwa bukan berbicara tentang siapa yang memilih dan terpilih, tapi tentang siapa yang menjalankan dan mengemban sistem demokrasi yang dipernjarakan di kampus peradaban. Pemilwa yang merupakan bagian dari proses proses kaderisasi dari setiap organisasi. Selain itu, dalam berorganisasi Mahasiswa turut membangun almamater kampus menjadi lebih baik. Karena analisis dan kepekaan Mahasiswa terhadap sekitar penting terhadap kemajuan kampus peradaban.

(Ariq/Red LPM UBB)

You must be logged in to post a comment Login